Pencapaian
MENJAGA DARATAN & LAUTAN PAPUA BARAT
Melalui program-program MHA: Wooti Kook telah menberdayakan masyarakat Papua Barat berikut hasil pencapaian program kami
-
4000+ Hektar
Wilayah pesisir dan kawasan laut dikelola
-
30+
Pengawas Egek Profesional
-
40+
UMKM Wanita Diberdayai
Kronologi
Mendukung Papua Barat Sejak 2024
Masyarakat Hukum Adat (MHA) Wooti Kook didirikan pada tahun 2024 dengan tujuan menjadi mitra pelaksana lokal dalam berbagai inisiatif konservasi yang didukung melalui Tropical Forest and Coral Reef Conservation Act (TFCCA). Fokus utama kami adalah mendukung Program Konservasi Terumbu Karang di Papua Barat, Indonesia, dengan bekerja bersama masyarakat lokal dan masyarakat hukum adat untuk melindungi keunikan ekosistem pesisir dan laut di wilayah ini.
Bagi Masyarakat Adat Malaumkarta, menjaga alam adalah sebuah kehormatan dan tanggung jawab. Berlandaskan pengetahuan leluhur, tradisi, dan ketahanan iklim, kami berupaya menjaga kelestarian keanekaragaman hayati. Bersama-sama, mari menyelaraskan pembangunan modern dengan hukum adat demi mewujudkan masa depan yang adil dan berkelanjutan.
- Troyanus Kalami, Direktur MHA Wooti Kook
Misi Kami
- 1
Melindungi dan mengelola secara berkelanjutan wilayah perairan, pesisir, laut, dan pulau-pulau di Papua Barat Daya, bersama masyarakat lokal dan masyarakat adat untuk menjaga ekosistem yang berharga serta kehidupan yang bergantung padanya bagi generasi mendatang.
- 2
Menghormati kearifan lokal dan melindungi keanekaragaman hayati dengan memperkuat hak, tanggung jawab, dan peran masyarakat; menjaga kelestarian biota laut yang dilindungi; menjunjung tinggi larangan adat; serta mempertahankan sistem pertanggungjawaban berdasarkan adat.
Anggota Kami
Representatif kami
- AHM
Alfonsina Herlina Mobalen
Wakil Bendahara
- JMM
Jefri Manase Mobalen
Sekertaris
- JM
Jois Magablo
Bendahara
-
Troyanus Kalami
Ketua
Troyanus Selfianus Kalami adalah tokoh masyarakat adat Suku Moi dari Malaumkarta, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Ia dikenal sebagai pejuang hak-hak masyarakat adat yang aktif memperjuangkan pengakuan wilayah adat, pelestarian hutan, serta perlindungan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. Selain pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Sorong, Troyanus juga terlibat dalam berbagai forum nasional dan internasional untuk menyuarakan pentingnya peran masyarakat adat dalam menjaga keanekaragaman hayati dan menghadapi perubahan iklim. Dedikasinya menjadikan beliau salah satu figur penting dalam advokasi masyarakat adat di Papua.
- YD
Yakonias Do
Wakil Sekertaris
- YS
Yosias Su
Wakil Ketua
Partner Kami
Kolaborasi
Agar generasi depan masih bisa menikmati laut
Terbuka untuk Kemitraan Strategis Baru untruk menghadapi tantangan berkembang di kawasan Segitiga Terumbu Karang, melalui penguatan Infrastruktur Perlindungan Laut, Pengembangan Sumber Daya Manusia, serta Fasilitas yang Tangguh terhadap Perubahan Iklim.